Iklan video

Selasa, 12 November 2013

Ceramah : MERINDUKAN SHALAT

Bismilahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr, Wb



Pertama-tama kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kenikmatan sehingga kita masih diberi kesempatan untuk mengerjakan berbagai aktifitas

Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan kepada ummatnya dari zaman jahiliyah menuju zaman modern yang kita rasakan sekarang ini.



Allah SWT berfirman, Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah aku dan dirikan shalat untuk mengingatku. (QS Thaha 20; 14)

Menjelang Shubuh Khalifah Umar Bin Khattab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat Shubuh, ketika waktu shalat tiba, dia sendiri yang mengatur shaf-shaf shalat dan mengimami para jamaah. Pada Shubuh itu tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan Takbiratul Ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu’luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur, namun Khalifah yang berjuluk “Singa Padang Pasir” ini bergeming pada kekhusyuannya dalam memimpin shalat. Padahal waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari, sekuat apapun Umar akhirnya ia ambruk juga. Walau demikian, ia masih sempat memerintahkan Abdurrahman Bin ‘Auf untuk menggantikannya sebagai imam.

Beberapa setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar, para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah. Salah seorang diantara mereka berkata kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat! “Lalu yang hadir serentak berkata, “Shalat wahai Amirul Mukminin Shalat telah hampir dilaksanakan”. Ia langsung tersadar, Shalat ? Kalau demikian disanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam islam bagi yang meninggalkan shalat. Maka ia langsung melaksanakan shalat dengan darah berkucuran, Subhanallah ! Baginya tiada yang terindah dalam hidup elain menghadap Allah SWT, dunia begitu kecil dihadapannya, kenikmatan komunikasi dengan dzat yang Maha Mencinta mampu menghilangkan sakitnya tususkan pisau yang tajam. Tak heran bila demi sekali shalat Umar pun rela menukarnya dengan harta yang ia miliki.



Anugerah Allah dalam shalat

Shalat adalah keistimewaan yang dianugerhakn Allah kepada Rasulullah SAW dan umatnya. Demikian istimewanya, hingga proses turunnya perintah shalat diawali dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Allah SWT langsung mengundang Rasulullah SAW ke langit. Nilai strategis dan keistimewaan shalat sudah tidak terbantahkan lagi. Shalat adalah amalan pertama yang diwajibkan atas Rasulullah SAW, shalat adalah tiang yang menyangga bangunan islam. Shalat adalah pembeda antara seorang muslim dan seorang kafir. Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab. Shalat adalah kunci kesuksesan dan kebahagiann hidup. Shalat adalah penggugur dosa-dosa. Shalat adalah kunci kesuksesan seorang hamba. Shalat adalah sarana pengundang datangnya pertolongan Allah. Shalat pun menjadi istimewa bagi seorang hamba karena ia bisa berhadapan langsung dengan Rabbnya.





Penelitian ilmiah pun menunjukan bahwa shalat memiliki segudang manfaat dari sudut kesehatan. Termasuk kemampuannya untuk mengurangi stress dan kecemasan, juga menyangkal datangnya penyakit-penyakiy fisik, selain tentunya menangkal penyakit rohani. Saat seorang hamba menunaikan shalat, dan shalatnya dinunaikan dengan khusyuk dan tumaninah, ia pun mendapatkan pengalaman rohani tertinggi dan bangkitnya kesadaran yang lebih tinggi. Tidak berlebihan jika dikatakan shalat sebgai mi’rajnya orang beriman. Melihat kenyataan ini seharusnya kita ini memaknai shalat buakn sebagai beban, tapi sebagai kebutuhan. Layaknya kita membutuhkan air, udara, makanan, seperti itulah shalat dibutuhkan.

Shalat tepat waktu adalah keutamaan yang dicontohkan Rasulullah SAW. tanda bahwa seorang telah menjadikan shalat sebagai kebutuhan adalah keistikamahannya dalam memburu shalat secara on time. Keutamaannya akan berlipat apabila dilaksanakan di mesjid dan berjamaah. Keutamaan ini akan berlipat lagi tatkala kita mempersiapkan diri sebelum melaksanakannya dengan menunggu sebelum adzan berkumandang. Mengapa menunggu shalat menjadi sebuah keutamaan ? Ada empat alasan. Pertama, menunggu shalat adalah bukti kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya. Sebagai analogi, seseorang yang sedang dimabuk cinta akan senantiasa merindukan pertemuan dengan yang dicintainya. Tatkala ada janji bertemu, ia akan berusaha untuk tidak terlambat. Begitu pula saat kita merindukan Allah, kita akan selalu menunggu berjumpa denganNya dan akan selalu menunggu perjumpaan itu.

Kedua, menunggu waktu shalat akan membuka kesempatan bagi kita untuk melakukan banyak kegiatan lainnya, seperti membaca Al-Qur;an, ‘itikaf, berdzikir, dan lainnya. Ketiga, saat menunggu shalat kemungkinan bermaksiat menjadi sangat kecil. Keempat, saat menunggu shalat kita akan berusaha menjaga kebersihan diri dan hati. Karena itu Rasulullah SAW menjanjikan bahwa seseorang dikategorikan sedang shalat, tatkala ia meniatkan diri menunggu datangnya waktu shalat. Bahkan saat itu para malaikat terus melantunkan doa agar kita dirahmati Allah SWT. Rasulullah bersabda “Sesungguhnya salah seorang diantara kalian (terhitung) di dalam shalat selama tertahan oleh shalat sedang para malaikat mendoakan mereka ; Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmati dia, selama dia tidak berdiri dari tempat shalatnya atau berhadas.

Alangkah indahnya bila kita mmapu mengubah paradigma berpikir bahwa kerja kita, sekolah kita, tidur kita, rekreasi kita, pendeknya semua aktifitas hidup kita adalah aktifitas “sampingan” dari shalat. Bila paradigma berpikir ini digunakan, maka tak akan sekali pun kita melalaikan kumandangan adzan, karena itulah kerja utama kita. Yang tak kalah penting, semua aktifitas di luar shalat, Insya Allah akan makin berkualitas karena dilandasi nilai dzikir, nilai amar ma’ruf nahyi munkar, dan keinginan menjaga kebersihan diri. Boleh jadi semua aktifitas kita akan berniali shalat, karena kita meniatkannya sebagai aktifitas menanti perjumpaan dengan Allah SWT.



Wassalamu’alaikum Wr, Wb

Tidak ada komentar:


widgeo.net